Penggunaan Atap Baja Ringan Sebagai Pengganti Konstruksi Atap Kayu

Penggunaan Atap Baja Ringan Sebagai Pengganti Konstruksi Atap Kayu – Sebelum adanya baja ringan, kayu merupakan rangka atap bangunan yang banyak digunakan masyarakat. Karena fungsinya sebagai penutup bagian atas bangunan, yang tentu saja melindungi bagian dalam dari panas, hujan, salju dan sebagainya, maka kayu yang dipilih harus berkualitas baik, keras, awet, tahan rayap dan tidak mudah rembes.

Namun, saat ini jarang sekali ditemukan kayu dengan keunggulan-keunggulan tersebut. Oleh karena itu, diciptakanlah atap baja ringan sebagai pengganti kayu reng dan kayu kaso yang sering digunakan untuk rangka atap. Hingga saat ini, baja ringan sudah banyak digunakan dan sangat membantu pembuatan atap rumah karena beberapa keunggulan yang dimilikinya.

Apa Sebenarnya Atap Baja Ringan Itu?

Baja ringan merupakan baja yang bersifat ringan dan tipis, namun kualitas serta kekuatannya tidak kalah dengan baja konvensional. Baja ringan termasuk jenis baja cold form steel atau yang dibentuk sesudah dingin. Bahan dasar baja serta campuran zinc dan aluminium atau zinc-alum merupakan bahan pembuat rangka atap baja ringan. Komposisinya yakni, 43,5% zinc, 55% aluminium dan 1,5% silicon.

Baja ringan memiliki ketebalan 0,4-2 mm, didesain lebih tipis dibanding baja konvensional supaya dapat mengurangi beban struktur suatu bangunan. Walaupun tidak tebal, baja ringan ternyata memiliki kemampuan tegangan tarik yang sangat tinggi, yakni sekitar 550 MPa (Mega Pascal). Selisihnya cukup banyak dengan baja biasa yang hanya sekitar 300 MPa.

Terdapat beberapa jenis baja ringan yang dikelompokkan berdasar tensile strength (nilai tegangan tarik). Kemampuan tegangan tariknya didasarkan pada fungsi akhir baja ringan tersebut sekaligus mengkompensasi bentuknya yang ringan dan tipis. Contohnya, untuk produk struktural (rangka atap suatu bangunan) menggunakan baja ringan G550 (tegangan tarik tinggi). Tapi, untuk produk non-struktural seperti home appliances cukup baja ringan yang tegangan tariknya lebih rendah seperti G300 dan G250, karena lebih lunak dan lentur sehingga mudah dibentuk.

Jenis kuda-kudanya juga beragam, mulai dari 6-8 meter (bentang pendek), 8-10 meter (bentang sedang), 10-12 meter (bentang besar) dan lebih dari 12 meter (bentang khusus). Perhitungan kuda-kuda pada atap baja ringan lebih rapat dibandingkan atap kayu. Semakin besar beban, jarak kuda-kuda akan semakin pendek. Misalkan, jarak kuda-kuda 1,2 meter bisa dipakai untuk genteng seberat 40 kg/m2. Sedangkan jarak kuda-kuda 1 – 1.1 meter dipakai untuk genteng seberat 75 kg/m2.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemasangan Atap Baja Ringan:

  1. Gunakan rangka atap baja ringan yang kualitasnya bagus dan tidak murahan. Jangan mencampur beberapa merk menjadi satu, tak terkecuali bautnya.
  2. Pemasangan rangka atap baja ringan harus dilakukan oleh professional yang memiliki sertifikat terutama. Karena kalau ada sedikit kesalahan, struktur lainnya akan lemah mengingat struktur baja ringan dihitung secara 3 dimensi.
  3. Jangan biarkan dudukan rangka miring ataupun tidak sesuai, karena akan mempengaruhi kekuatan konstruksinya nanti. Apabila tidak ada keseimbangan, atap Anda bisa ambruk.
  4. Lapisi galvanum, zinc-alum atau galvanis agar atap baja ringan tidak mudah berkarat.

Rangka atap baja ringan ini dibuat untuk membantu perakitan serta konstruksi. Sehingga tidak salah kalau disandingkan atau bahkan diletakkan di atas kualitas kayu. Namun, tentu saja Anda harus membayar lebih mahal karena kualitas atap baja ringan yang baik membuat harganya semakin tinggi, apalagi kalau model atap bangunan Anda semakin rumit.

Sekian informasi tentang rangka atap baja ringan. Semoga artikel ini bermanfaat!

Submit Your Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *